Ada yang sangat aneh, segulintir orang berkata pada kata saya bahwa rasa galau yang saya rasakan seharusnya menjadi anugerah, karena dengan itu saya masih merasakan cinta. Sebenarnya saya juga demikian adanya, seringkali saya gunakan kegelisahan saya ini untuk menulis.
Cinta kasih itu mengalir kawan , sekalipun pada seseorang yang tidak kita kehendaki. Tapi kita juga masih perlu memperjuangkan orang yang kita sayang jika memang itu yang diperlukan hidup kita.
Terkadang jika tidak bisa memilikinya, kita justru akan menyimpan sebagian atau malah seluruh cinta kita untuk dia.
Puisi ini saya persembahkan untuk seseorang yang sebenarnya dekat dengan saya di beberapa jejaring sosial dan kehidupan nyata, tapi kini munkin kita terpisah jarak. Ya? Mesiladro.






